Aziz Calim

Dari Wikiberita
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Aziz Calim adalah seorang petarung seni bela diri campuran profesional yang mewakili Indonesia. Ia berkompetisi di divisi Kelas Jerami dalam organisasi ONE Championship. Berjuluk "The Krauser", Aziz dikenal karena latar belakang karate tradisionalnya dan kemampuan pertarungan posisi berdiri.

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]

Aziz Calim memiliki darah keturunan campuran Indonesia dan Filipina. Ia dilahirkan di Arab Saudi sebelum akhirnya pindah dan menetap di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Sebelum beralih sepenuhnya ke seni bela diri campuran, Aziz telah mendalami seni bela diri karate sejak usia muda dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi bela diri lokal. Untuk mengembangkan kemampuannya di arena MMA, ia berlatih di bawah bimbingan Yohan Mulia Legowo, seorang pelatih dan veteran MMA Indonesia, di sasana Han Academy yang berbasis di Surakarta.

Karier seni bela diri campuran

[sunting | sunting sumber]

Awal karier

[sunting | sunting sumber]

Aziz memulai karier seni bela diri campurannya di sirkuit regional dan nasional di Indonesia. Ia membangun rekor awal yang impresif berkat kemampuan striking yang presisi dan pergerakan yang lincah. Gaya bertarungnya secara efektif memadukan elemen tradisional karate dengan teknik tinju dan tendangan dari kickboxing.

ONE Championship

[sunting | sunting sumber]

Keberhasilan Aziz di tingkat nasional membawanya menandatangani kontrak dengan ONE Championship, salah satu promotor seni bela diri terbesar di Asia. Ia melakukan debut promosionalnya pada ajang ONE: Eternal Glory yang diselenggarakan di Jakarta pada 19 Januari 2019. Dalam pertandingan debut tersebut, ia berhadapan dengan sesama petarung Indonesia, Adi Paryanto, dan berhasil meraih kemenangan melalui kuncian pencekikan dari belakang (rear-naked choke) pada ronde pertama, yang sekaligus membuktikan kemampuannya dalam pertarungan bawah (grappling).

Dalam kelanjutan kariernya di ONE Championship, Aziz dijadwalkan menghadapi berbagai talenta internasional. Ia pernah menghadapi petarung tangguh seperti Ryuto Sawada dari Jepang dan Roshan Mainam dari India. Meskipun menghadapi kesulitan dan menelan kekalahan kuncian dari para atlet gulat berkaliber internasional tersebut, penampilan Aziz tetap mendapat apresiasi dari para penggemar lokal karena kegigihannya di dalam arena (circle).

Gaya bertarung

[sunting | sunting sumber]

Sebagai seorang praktisi karate pada dasarnya, Aziz memiliki keunggulan utama dalam pertarungan berdiri. Ia memanfaatkan teknik tendangan yang eksplosif dan manajemen jarak (distance control) untuk mendikte tempo pertarungan melawan musuhnya. Melalui pelatihannya di Han Academy, ia terus menyempurnakan kemampuan brazilian jiu-jitsu dan gulat penyerangan agar dapat mengimbangi lawan-lawannya di tingkat global yang memiliki keahlian dasar gulat yang kuat.

Referensi

[sunting | sunting sumber]