Kkajhe

Dari Wikiberita
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Kkajhe adalah seorang atlet Muay Thai dan petarung seni bela diri asal Indonesia. Ia mulai dikenal luas oleh publik nasional setelah berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua mewakili provinsi Papua. Selain karier amatir dan nasionalnya di cabang olahraga bela diri tradisional, Kkajhe juga populer karena keterlibatannya dalam ajang tinju selebritas dan acara olahraga tarung komersial di Indonesia.

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]

Jekson Karmela dilahirkan di Dobo, sebuah wilayah di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Meskipun lahir di wilayah Maluku, ia menghabiskan sebagian besar masa pertumbuhannya dan merintis karier olahraganya di Papua. Ia menunjukkan minat pada olahraga tarung sejak usia muda dan mulai mendalami Muay Thai, sebuah seni bela diri asal Thailand yang mengandalkan teknik pukulan, tendangan, siku, dan lutut. Dedikasi serta bakatnya dalam seni bela diri ini membawanya masuk ke dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) untuk mewakili Papua di kejuaraan tingkat nasional.

Karier olahraga

[sunting | sunting sumber]

Karier Muay Thai dan PON XX Papua

[sunting | sunting sumber]

Puncak karier amatir Kkajhe di kancah nasional terjadi pada ajang PON XX yang diselenggarakan di provinsi Papua pada tahun 2021. Berkompetisi di cabang olahraga Muay Thai, Kkajhe tampil dominan sejak babak penyisihan hingga menembus babak final. Penampilannya yang agresif dan terukur membawanya memenangkan pertandingan pamungkas, sekaligus menyumbangkan medali emas bergengsi bagi kontingen tuan rumah. Kemenangan ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet Muay Thai papan atas di tingkat nasional pada saat itu.

Olahraga tarung hiburan dan tinju (Crossover Boxing)

[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan berkembangnya tren acara olahraga tarung yang mempertemukan pembuat konten (content creator), pesohor, dan atlet profesional, Kkajhe mulai merambah ke ranah pertunjukan komersial. Ia melakukan debut di ring tinju melalui acara Holywings Sport Show (HSS).

Namanya semakin melambung di dunia maya saat ia dijadwalkan bertarung melawan Paris Pernandes, seorang mantan petinju amatir yang sempat viral dengan slogan "Salam dari Binjai". Pertandingan tinju antara keduanya menarik perhatian besar dari warganet Indonesia. Walaupun Kkajhe memiliki latar belakang Muay Thai yang sangat kuat, transisinya ke aturan tinju murni menghadirkan tantangan teknis tersendiri, mengingat Muay Thai dan tinju memiliki ritme, kuda-kuda, dan aturan jarak yang sangat berbeda. Kkajhe berhadapan dengan Paris Pernandes dalam beberapa kesempatan tanding ulang (rematch), menciptakan salah satu rivalitas paling disorot dalam sejarah tinju selebritas di Indonesia.

Selain berhadapan dengan Paris Pernandes, Kkajhe juga rutin tampil di bawah bendera promosi Byon Combat, di mana ia menghadapi berbagai penantang, termasuk sesama pembuat konten dan figur publik seperti Yoshua Marcellos (Cellos). Keikutsertaannya dalam berbagai ajang ini tidak hanya meningkatkan profil dan eksposur pribadinya, tetapi juga berkontribusi pada upaya mempopulerkan kembali olahraga tarung di kalangan generasi muda Indonesia.

Gaya bertarung

[sunting | sunting sumber]

Sebagai seorang praktisi Muay Thai pada dasarnya, Kkajhe dikenal dengan gaya bertarung Khao (mengandalkan serangan lutut) dan Mat (mengandalkan pukulan keras). Saat berkompetisi di disiplin asalnya, ia sering menekan lawannya dengan pergerakan maju (forward pressure) tanpa henti, serta memanfaatkan kuncian leher (clinch) untuk mendaratkan serangan jarak dekat yang destruktif.

Ketika bertransisi ke dalam ring tinju, ia mengadaptasi gaya bertarungnya menjadi lebih agresif dengan pendekatan bergaya brawler. Ia sangat mengandalkan tenaga pukulan (power punch) serta stamina yang tinggi untuk terus menekan dan membongkar pertahanan lawan di sepanjang ronde.

Referensi

[sunting | sunting sumber]